The Lodge of Maribaya

The Lodge of Maribaya merupakan salah satu tempat yang cukup viral di sosial media. Letaknya ada di Lembang, Bandung barat.

Perjalanan menuju ke sana lumayan makan waktu banyak dari Tangerang. Sekitar setengah hari alias 6 jam. Hmm tapi mungkin saja karena ayah saya yang mengendarai mobilnya lambat.

Tiket masuk ke The Lodge of Maribaya seharga 40,000 rupiah per orang. Harga tersebut sudah termasuk voucher minuman gratis dan makanan. Voucher minuman gratisnya bisa diambil setelah pintu keluar dari lokasi. Minuman yang didapat seperti milk tea atau milo gitu. Sedangkan voucher makanan hanya mendapat potongan harga 10,000 rupiah.

Setelah membeli tiket, kita akan memasuki spot ini.

Pemandangan yang didapat di sana yaitu pepohonan yang hijau.

The Lodge of Maribaya memiliki fasilitas wahana, yaitu:

  1. Sky Tree
  2. Bamboo Sky
  3. Zip Bike
  4. Valley Swing
  5. Mountain Swing
  6. Gantole
  7. Sky Plane
  8. Glass Deck
  9. Hot Balloon Air Hydraulic

Nah, untuk bisa menaiki fasilitas wahana tersebut, kita harus membayar lagi. Karena harga tiket masuk tidak termasuk harga naik fasilitas wahana. Harga fasilitas wahana juga berbeda-beda.

Saya hanya mencoba 2 fasilitas wahana saja.

Pertama, fasilitas wahana Bamboo Sky seharga 20,000 rupiah.

Kedua, fasilitas wahana Mountain Swing seharga 20,000 rupiah. Harga tersebut sudah termasuk biaya photographernya, tetapi untuk mengambil atau download data foto itu kita harus membayar lagi seharga 10,000 rupiah. Tempat pengambilan foto berada setelah pintu keluar The Lodge of Maribaya.

Untuk download foto tersebut, kita juga harus mempunyai aplikasi Share it. Kalau tidak, kita tidak bisa download foto tersebut.

The Lodge of Maribaya ini kebanyakan tempat-tempat untuk foto saja. Tempat ini cocok banget buat orang yang suka foto-foto.

14 thoughts on “The Lodge of Maribaya

  1. Bagus kak tulisannya dalam mengungkapkan fenomena wisata. Kalau boleh tahu, saya tanya mengenai hikmah dalam perjalanan, di luar pemandangan dan refreshing, semisalnya budayanya seperti apa, bagaimana perbedannya dengan lingkup sekitarnya. Bagaimana campur tangan pemerintah dan pengelola tempat serta masyarakat sekitar. Apakah masyarakat sekitar jadi pekerja di tanah sendiri?. Terimah kasih kak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s